LulusinKuy Konsultasi
SPSS

Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS: Langkah, Kriteria, dan Cara Membaca Hasilnya

Tim Lulusin Kuy · · 3 menit baca

Uji validitas r hitung vs r tabel dan reliabilitas Cronbach's Alpha di SPSS
Daftar isi
  1. Uji validitas: r hitung vs r tabel
  2. Uji reliabilitas: Cronbach's Alpha
  3. Kalau ada butir yang tidak valid
  4. Validitas dan reliabilitas untuk SmartPLS
  5. Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kalau penelitianmu memakai kuesioner, uji validitas dan reliabilitas adalah pintu pertama Bab 4. Uji ini menjawab dua pertanyaan sederhana: apakah setiap pernyataan benar-benar mengukur variabel yang dimaksud (validitas), dan apakah jawabannya konsisten (reliabilitas)?

Kalau instrumennya bermasalah, hasil uji berikutnya ikut diragukan. Karena itu penguji hampir selalu menanyakan bagian ini.

Uji validitas: r hitung vs r tabel

Cara yang paling umum di skripsi adalah korelasi Pearson (Bivariate) antara skor setiap butir dengan skor total variabelnya.

Langkah di SPSS

  1. Buat kolom total untuk setiap variabel (misalnya X1_total = jumlah X1.1 sampai X1.5) lewat Transform → Compute Variable.
  2. Buka Analyze → Correlate → Bivariate.
  3. Masukkan semua butir satu variabel beserta kolom totalnya.
  4. Centang Pearson dan Two-tailed, lalu klik OK.
  5. Lihat baris atau kolom total: nilai korelasi tiap butir dengan total itulah r hitung.

Ulangi untuk setiap variabel.

Kriteria keputusan

  • r hitung > r tabel (dan positif) → butir valid.
  • r hitung ≤ r tabel → butir tidak valid.

r tabel dicari dengan df = n − 2 pada taraf signifikansi 5% dua arah. Beberapa contoh:

Jumlah responden (n)dfr tabel (5%)
30280,361
50480,279
100980,197
1501480,160

Sebagai alternatif, banyak dosen juga menerima kriteria Sig. < 0,05 pada tabel korelasi.

Contoh interpretasi

Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir variabel Kualitas Pelayanan (X1) memiliki r hitung antara 0,512 sampai 0,784, lebih besar dari r tabel 0,197 (n = 100). Dengan demikian, seluruh butir pernyataan dinyatakan valid dan layak digunakan untuk mengukur variabel Kualitas Pelayanan.

Uji reliabilitas: Cronbach's Alpha

Langkah di SPSS

  1. Buka Analyze → Scale → Reliability Analysis.
  2. Masukkan butir-butir yang valid saja dari satu variabel (tanpa kolom total).
  3. Pastikan Model: Alpha.
  4. Klik Statistics, centang Scale if item deleted, lalu OK.

Kriteria keputusan

Nilai Cronbach's Alpha > 0,60 umum dipakai di skripsi (merujuk Ghozali), sementara sebagian dosen memakai batas yang lebih ketat, yaitu > 0,70. Gunakan batas yang tertulis di Bab 3-mu agar konsisten.

Kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted berguna untuk melihat butir mana yang menurunkan reliabilitas.

Kalau ada butir yang tidak valid

Jangan panik dan jangan mengubah jawaban responden. Langkah yang umum dilakukan:

  1. Hapus butir yang tidak valid, lalu uji ulang validitas variabel tersebut tanpa butir itu. Pastikan setiap indikator teori masih terwakili minimal oleh satu butir.
  2. Cek kalimat pernyataannya. Pernyataan negatif (unfavorable) yang lupa dibalik skornya sering membuat korelasinya negatif.
  3. Konsultasikan ke dosen jika butir yang gugur cukup banyak, karena bisa memengaruhi definisi operasional variabel.

Tulis prosesnya secara jujur di Bab 4: butir mana yang gugur dan bahwa analisis selanjutnya memakai butir valid saja.

Validitas dan reliabilitas untuk SmartPLS

Kalau penelitianmu memakai SmartPLS, kriterianya berbeda: validitas dilihat dari outer loading, AVE, dan HTMT, sedangkan reliabilitas dari composite reliability. Pembahasan lengkapnya ada di artikel cara olah data SmartPLS.

Ingin tahu instrumenmu aman sebelum lanjut? Unggah datamu ke Cek Kesehatan Data gratis. Validitas dan reliabilitas akan dicek otomatis.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa r tabel untuk 100 responden?

Untuk n = 100, df = 98 dan r tabel pada taraf signifikansi 5% dua arah adalah sekitar 0,197. Butir dinyatakan valid jika r hitungnya lebih besar dari 0,197.

Lebih baik pakai Cronbach's Alpha 0,6 atau 0,7?

Keduanya dipakai dalam literatur. Batas 0,60 sering dirujuk dari Ghozali, sedangkan 0,70 dari Nunnally. Pilih salah satu, tulis di Bab 3, dan gunakan secara konsisten di Bab 4.

Apakah uji validitas harus memakai responden yang sama dengan penelitian?

Bisa keduanya. Ada peneliti yang melakukan uji coba (try out) ke 30 responden di luar sampel, ada pula yang memakai data penelitian langsung. Ikuti arahan dosen dan jelaskan pilihanmu di Bab 3.

Baca juga